Sinden
Tayub Sebagai Salah Satu Aset Pariwisata di Kabupaten Blora
Eksistensi Wayang Wong Panggung Purawisata Yogyakarta
Sendratari Ramayana di Kawasan Wisata Candi Prambanan
Gandrung Seni Pertunjukan di Banyuwangi
Seni Pertunjukan Reog Ponorogo Sebagai Aset Pariwisata
Warangan: Sebuah Dusun Sarat Seni dan Tradisi
Kebo-Keboan, Aset Budaya di Kabupaten Banyuwangi
Potensi Pariwisata di Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara
Strategi Meningkatkan Reproduksi Wisatawan di Yogyakarta
Kontroversi Pembangunan Kepariwisataan
Pengabdian Ki Pujo Sumarto Dalam Bidang Seni Pedalangan
Lencana Facebook
Game Online Libertyreserve
HeadTail
Tampilkan postingan dengan label Jurnal Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jurnal Budaya. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 Juni 2008
SINDEN
Abstrak
Seni pertunjukan tradisional di Indonesia sangat beragam termasuk di dalamnya seni Jawa karawitan, yang diisi dengan suara sinden. Pada masa sekarang orang melihat tampilan sinden atau pesinden di layar televisi yang berkesan glamour. Bahkan kadangkadang terlihat mengeluarkan kata-kata agak menyrempet, yang dahulu dianggap tidak pantas dalam nyanyiannya (sindenannya). Sikap demikian jarang ditemui pada masa lalu karena seorang sinden harus menaati aturan-aturan yang berlaku. Sinden atau pesinden banyak dikaitkan dengan tledek atau taledek (Jawa: talèdhèk) yang biasanya menari sambil menyanyi, terutama dalam tari tayub. Dahulu tayub bermula dikaitkan dengan ritual terhadap dewi kesuburan bagi masyarakat agraris, namun dalam perkembangan selanjutnya menjadi pertunjukan bagi orang yang mempunyai hajat. Bagaimana seni tradisi Jawa terutama karawitan, wayang, tarian, yang diisi dengan suara sinden, tulisan berikut merupakan uraian singkat sebagai sebuah pengantar.
Kata kunci: Seni tradisi - Sejarah seni - Norma.
Seni pertunjukan tradisional di Indonesia sangat beragam termasuk di dalamnya seni Jawa karawitan, yang diisi dengan suara sinden. Pada masa sekarang orang melihat tampilan sinden atau pesinden di layar televisi yang berkesan glamour. Bahkan kadangkadang terlihat mengeluarkan kata-kata agak menyrempet, yang dahulu dianggap tidak pantas dalam nyanyiannya (sindenannya). Sikap demikian jarang ditemui pada masa lalu karena seorang sinden harus menaati aturan-aturan yang berlaku. Sinden atau pesinden banyak dikaitkan dengan tledek atau taledek (Jawa: talèdhèk) yang biasanya menari sambil menyanyi, terutama dalam tari tayub. Dahulu tayub bermula dikaitkan dengan ritual terhadap dewi kesuburan bagi masyarakat agraris, namun dalam perkembangan selanjutnya menjadi pertunjukan bagi orang yang mempunyai hajat. Bagaimana seni tradisi Jawa terutama karawitan, wayang, tarian, yang diisi dengan suara sinden, tulisan berikut merupakan uraian singkat sebagai sebuah pengantar.
Kata kunci: Seni tradisi - Sejarah seni - Norma.
Label:
Journals,
jurnal,
Jurnal Budaya,
Jurnal Sejarah
Langganan:
Postingan (Atom)


